Tuesday, 1 October 2013

Tipologi Kepribadian

0 comments
KATA PENGANTAR


            Bismillahir Rahmaanir Rahiim

            Ahalhamdulillahirabbil’alamin washolaatu wassalaamu’ala’asyrofil ‘anbiyaaki walmmursaliin sayyidinaa Muhammad wa’ala alihi washobihi ajmain.

            Tidak ada frase yang lebih tepat untuk di ucapkan setelah  menyelesaikan makalah yang berjudul ‘Tipologi Kepribadian”  ini kecuali mengucapan puji syukur kepada Allah SWT. Salawat serta salam semoga selalu tercureh kepada jujungan Nabi Besar Muhammad SAW, beserta sahabat, keluarga, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
            Saya ucapkan terimah kasih kepada Ibu Lailatur Rohma, S.P.Si selaku dosen  Psikologi Kepribadian Lanjut  yang mengarahkan kami dalam belajar sampai terselesaikanya makalah yang berjudul ini.
Selebihnya semoga makalah ini bermanfaat bagi semua orang khususnya bagi kami sendiri.


                                                                                                                                                                                                                                    Gresik, 2 Oktober 2013


                                                                                         penulis
           



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita harusnya telah menyadari bahwa setiap berinteraksi dengan orang lain kita melihat setiap karakter manusia itu berbeda-beda, da nada banyak sekali pemikiran-pemikiran menurut para ahli tentang sebuah kepribadian yang di bawa tiap individu. Makalah ini akan berpokok dalam membahas “Macam-macam Tipologi Kepribadian” yang nantinya juga akan banyak kita temui berbagai karakteristik atau kepribadian seseorang.


B.     Tujun
1.      Menjelaskan berbagai macam tipologi
2.      Menjelaskan tentang Tipologi Konstitusi
3.      Menjelaskan tentang Tipologi Temperamen
4.      Menjelaskan Tipologi Berdasarkan Nilai-nilai Kebudayaan

C.    Manfaat
1.      Bagi pemerintah
Bisa menjadi bahan penambahan pengetahuan tentang berbagai banyak macam kepribadian dan sebagai sumbangsih untuk ilmu pengetahuan.
2.      Bagi mahasiswa
Bisa di jadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri sendiri dalam proses pembelajaran pada khususnya psikologi dan meningkatkan kualitas berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik..



BAB II
TIPOLOGI KEPRIBADIAN


A. Pengertian Tipologi

Tipologi adalah pengetahuan yang berusaha menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe tertentu atas dasar faktor-faktor tertentu, misalnya karakteristik fisik, psikis, pengaruh dominant nilai-nilai budaya, dst.

B. Macam-macam Tipologi

1. Tipologi Konstitusi
Tipologi konstitusi merupakan tipologi yang dikembangkan atas dasar aspek jasmaniah. Dasar pemikiran yang dipakai para tokoh tipologi konstitusi adalah bahwa keadaan tubuh, baik yang tampak berupa bentuk penampilan fisik maupun yang tidak tampak, misalnya susunan saraf, otak, kelenjar-kelenjar, darah, dts., menentuan ciri pribadi seseorang.
Ada beberapa ahli yang telah mengembangkan tipologi konstitusi, diantaranya : Hippocrates dan Gelenus, De Giovani, Viola, Sigaud, Sheldon, dst. Uraian berikut hanya menyajikan beberapa tipologi konstitusi.

  1. Tipologi Hippocates Gallenus
Tipologi ini dikembangkan Gallenus berdasarkan pemikiran Hippocates. Hippocrates (460-370 Sm) terpengaruh oleh pandangan Empedocles, bahwa alam semesta beserta isinya ini tersusun dari 4 unsur dasar yaitu : tanah (kering), air (basah), udara (dingin), dan api (panas).
Berdasarkan pandangan Empedocles tersebut, selanjutnya Hippocrates menyatakan bahwa bahwa di dalam tubuh setiap orang terdapat 4 macam cairan yang memiliki sifat seperti keempat unsur alam. yaitu :
a. sifat kering dimiliki oleh chole atau empedu kuning,
b. sifat basah dimiliki oleh melanchole atau empedu hitam,
c. sifat dingin terdapat pada phlegma atau lendir,
d. dan sifat panas dimiliki oleh sanguis atau darah.

Menurut Hippocrates, keempat jenis cairan ini ada dalam tubuh dengan proporsi yang tidak selalu sama antara individu satu dengan lainnya. Dominasi salah satu cairan tersebut yang menyebabkan timbulnya ciri-ciri khas pada setiap orang. Galenus ( 129- 199 sM ) sependapat dengan Hippocrates, bahwa di dalam tubuh setiap orang terdapat 4 macam cairan tersebut. Selanjutnya Galenus menyatakan bahwa cairan-carairan tersebut berada dalam tubuh manusia dalam proporsi tertentu. Dominasi salah satu cairan terhadap cairan yang lain mengakibatkan sifat-sifat kejiwaan yang khas. Sifat-sifat kejiwaan yang khas ada pada seseorang sebagai akibat dominannya salah satu cairan tubuh tersebut oleh
Galenus disebutnya temperamen (Sumadi Suryabrata (2005 : 12). Pandangan Hippocrates yang kemudian dilengkapi oleh Galenus selanjutnya disebut tipologi Hippocrates Galenus dapat disajikan secara ringkas pada tabel berikut (Sumadi Suryabrata, 2005: 13).
  
TABEL 3.1
TIPOLOGI HIPPOCRATES GALENUS

CAIRAN TUBUH
YANG
DOMINAN
PRINSIP
T I P E
SIFAT-SIFAT KHAS
Chole
Tegangan
Choleris
· Penuh semangat
· Optimistis
· Emosional
· Keras hati

Melanchole
Penegaran
(rigidity)

Melancholis
· Pemuram
· Daya juang lemah
· Mudah kecewa
· pesimistis
Phlegma
Plastisitas
Phlegmatis
· Berpenampilan tenang
· Berpendirian kuat
· Setia
· Tidak emosional

Sanguis
Ekspansivitas
Sanguinis
· Bersemangat
· Ramah
· Mudah berubah pendirian

b. Tipologi Viola
Viola, seorang ahli dari Italia, mengemukakan tipologi yang didasarkan pada bentuk tubuh sebagaimana telah dilakuakn penelitian oleh De Giovani. Atas dasar aspek tersebut Viola mengemukakan tiga golongan atau tipe bentuk tubuh manusia (Sumadi Suryabrata, 200518), yaitu

1)      Tipe Microsplanchnis, yaitu bentuk tubuh yang ukuran menegaknya lebih dari pada perbandingan biasa, sehingga yang bersangkutan kelihatan jangkung.
2)      Tipe Macrosplanchnis, yaitu bentuk tubuh yang ukuran mendatarnya lebih dari pada perbandingan biasa, sehingga yang bersangkutan kelihatan pendek.
3)      Tipe Normosplanchnis, yaitu bentuk tubuh yang ukuran menegak dan mendatarnya selaras, sehingga tubuh kelihatan selaras pula.

c. Tipologi Sigaud
Sigaud, seorang ahli psikologi dari Perancis, menyusun tipologi manusia berdasarkan 4 macam fungsi tubuh, yaitu : motorik, pernafasan, penecernaan, dan susunan saraf sentral. Dominasi salah satu fungsi tubuhtersebut menentukan tipe kepribadian. Atas dasar pandangan di ataskemudian Sigaud menggolongkan manusia menjadi 4 tipe, yaitu :

1)      Tipe muskuler : Tipe ini dimiliki oleh orang fungsi motoriknya paling menonjol disbanding fungsi tubuh yang lain, dengan cirri khas : tubuh kokoh, otott-otot berkembangan dengan baik, dan organ-oragan tubuh berkembang secara selaras.
2)      Tipe respiratoris : Tipe ini ada pada orang yang memiliki fungsi pernafasan yang kuatdengan cirri-ciri : muka lebar serta thorax dan leher besar.
3)      Tipe digestif : Tipe digestif terdapat pada orang yang memiliki fungsi pencernaan yang kuat dengan cirri-ciri : mata kecil, thorax pendek dan besar, rahang serta pinggang besar.
4)      Tipe cerebral : Tipe keempat dari tipologi Sigaud ada pada orang yang memiliki susunan saraf sentral yang kuat disbanding fungsi tubuh lainnya dengan cirri-ciri : dahi menonjol ke depan dengan rambut ditengah, mata bersinar, daun telinga lebar, serta kaki dan tangan kecil.

d. Tipologi Sheldon
Sheldon berpendapat bahwa ada tiga komponen jasmaniah yang mempengaruhi bentuk tubuh manusia, yaitu : endomorphy, mesimorphy, dan ectomorphy. Istilah-istilah tersebut oleh Sheldon dikembangkan dari istilah yang berhubungan dengan terbentuknya foetus manusia, lapisan endoderm, mesoderm, dan ectoderm. Menurut Sheldon dominasi dari dari salah satu lapisan tersebut akan menyebabkan kekhasan terhadap bentuk tubuh. Dengan demikian  maka ada 3 tipe manusia berdasarkan bentuk tubuhnya, yaitu :

1)      Tipe endomorph, Tipe endomorph merupakan tipe yang disebabkan oleh dominannya komponen endomorphy terhadap dua komponen lainnya, ditandai oleh : alat-alat dalam dan seluruh sistem digestif memegang peran penting. Bentuk tubuh tipe ini kelihatan lembut, gemuk, berat badan relatif rendah.
2)      Tipe mesomorph,  Tipe mesomorph terbentuk oleh karena komponen mesomorphy yang lebih dominan dari koponen lainnya, maka bagian-bagian tubuh yang berasal dari mesoderm relatif berkembang lebih baik, yang ditandai dengan otot-otot, pembuluh darah, dan jantung dominan. Bentuk tubuh tipe mesomorph kelihatan kokok dan keras.
3)      Tipe ectomorph,  Pada tipe ini organ-organ yang berasal dari ectoderm (kulit dan sistem syaraf) yang terutama berkembang. Bntuk tubuh tipe ectomorph terlihat jangkung, dada kecil dan pipih, lemah, dan otot-otot tidak berkembang.


2. Tipologi Temperamen
Tipologi temperamen merupakan tipologi yang disusun berdasarkan karakteristik segi kejiwaan. Dasar pemikiran yang dipakai para tokoh yang mengembangkan tipologi temperamen adalah bahwa berbagai aspek kejiwaan seseorang seperti : emosi, daya pikir, kemauan, dst. Menentukan karakteristik yang bersangkutan. Yang tergolong tipologi jenis ini antara lain : tipologi Plato, tipologi Immanual Kant, tipologi Bhsen, Tipologi Heymans, dst.
  1. Tipologi Plato,  Menurut Plato kemampuan jiwa manusia terdiri dari 3 macam, yaitu pikiran, kemauan,dan hasrat. Dominasi salah satu kemampuan inilah yang menyebabkan kekhasan pada diri manusia. Atas dasar hal ini Plato menggolongan manusia ke dalam 3 tipe yaitu sebagai berikut.
1)      Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh pikirannya, yang sesuai untuk menjadi pemimpin dalam pemerintahan.
2)      Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh kemauannya, sesuai untuk menjadi tentara.
3)      Tipe manusia yang dikuasai oleh hasratnya, cocok menjadi pekerja tangan.
  1. Tipologi Heymans,  Heymans menyatakan bahwa manusia memiliki tipe kepribadian yang bermacam-macam, namun dapat digolongkam menjadi delapan tipe atas dasar kualitas kejiwaannya, yaitu :
1)      emosionalitas, mudah tidaknya perasaan terpengaruh oleh kesankesan;
2)      proses pengiring, yaitu kuat lemahnya kesan-kesan ada dalam kesadaran setelah faktor yang menimbulkan kesan-kesan tersebut tidak ada; dan
3)      aktivitas, adalah banyak sedikitnya peristiwa-peristiwa kejiwaan menjelma menjadi tindakan nyata.
Masing-masing kualitas kejiwaan tersebut secara teoritis dibedakan menjadi dua macam, kuat dan lemah. Atas dasar hal ini menggolongan tipe manusia menjadi delapan sebagaimana disajikan dalam tabel berikut ini (Sumadi Suryabrata, 2005: 86).

TABEL 3.2
IKHTISAR TIPOLOGI HEYMANS

NO
EMOSIONALITAS
PROSES
PENGIRING
AKTIVITAS
TIPE
1
emosional ( + )
kuat     ( + )
aktif    ( + )
Gepasioner
2
emosional ( + )
kuat     ( + )
Pasif    ( - )
Sentimentil
3
emosional ( + )
lemah  ( - )
aktif    ( + )
Kholeris
4
emosional ( + )
lemah  ( - )
Pasif    ( - )
Nerveus
5
tidak emosional ( - )
Kuat    ( + )
Aktif   ( + )
Flegmatis
6
tidak emosional ( - )
kuat     ( + )
Pasif   ( - )
Apatis
7
tidak emosional ( - )
lemah  ( - )
Aktif   ( + )
Sanguinis
8
tidak emosional ( - )
lemah  ( - )
Pasif   ( - )
Amorph

Untuk memperjelas serta memudahkan memahami tipologi yang dikembangkannya, Heymans memberikan gambar grafik yang berupa kubus (Sagimun Mulus Dumadi, 1982 : 13 – 14). Ketiga ukuran (tinggi, lebar, dan panjang) itu menunjukkan sifat-sifat dasar dari penggolongan itu.

2 TIPE SENTIMENTIL            1 TIPE GEPASIONER



TIPE NERVEUS  4                                                         3 TIPE KOLERIS



EMOSIONALITAS


                                       6 TIPE APATIS                       5 TIPE FLEGMATIS

                                                   PROSES PENGIRING

TIPE AMORPH  8                                                              7 TIPE SANGUINIS
                                      AKTIVIS

Gambar 1 : KUBUS HEYMANS
Ø  Garis-garis tegak menggambarkan emosionalitas (makin bertambah ke atas).
Ø  Garis-garis mendatar menunjukkan aktivitas (semakin ke kanan).
Ø  Garis-garis dari muka kebelakang menunjukkan proses pengiring (semakin ke belakang).

Teori Heymans disusun bukan atas dasar pemikiran spekulatif tetapi atas dasar data-data empiris. Data yang dianalisis Heymans adalah sebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 2005: 82-83).
1)      Bahan biografis : 110 biografi orang-orang yang berbeda waktu hidupnya, tempat tinggalnya, dan kebangsaannya.
2)      Keturunan mengenai 458 keluarga yang terdiri dari 2523 orang.
Keterangan mengenai murid-murid sekolah : 3938.
3)      Hasil penelitian laboratorium.
3. Tipologi Berdasarkan Nilai-nilai Kebudayaan

a. Pendahuluan
Tipologi berdasarkan nilai-nilai kebudayaan dikembangkan oleh Eduard Spranger. Spranger menyatakan bahwa kebudayaan (culture) merupakan sistem nilai, karena kebudayaan itu tidak lain adalah kumpulan nilai-nilai budaya yang tersusun atau diatur menurut struktur tertentu.
Kebudayaan sebagai sistem nilai oleh Spranger di golongkan menjadi 6 bidang yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelopok, yaitu :
1.      Bidang-bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai individu, yang didalamnya terdapat 4 nilai budaya :
a) pengetahuan
b) ekonomi
c) kesenian
d) keagamaan
2.      Bidang-bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai anggota masyarakat, yang didalamnya terdapat 2nilai budaya :
a) kemasyarakatan
b) politik

b. Enam tipe manusia
Berdasarkan pendapat bahwa ada 6 nilai kebudayaan yang mempengaruhi hidup setiap individu di mana hanya ada 1 nilai kebudayaan yang pengaruhnya bersifat dominan maka menurut Spranger terdapat 6 tipe manusia jika dilihat dari sistem nilai kebudayaan. Tipe-tipe manusia menurut Spranger secara ringkas dapat disajikan dalam tabel berikut.

TABEL 3.1
TIPOLOGI ATAS DASAR NILAI-NILAI KEBUDAYAAN
NOMOR
NILAI KEBUDAYAAN
YANG DOMINAN
TIPE
TINGKAH LAKU
DASAR
1
pengetahuan
manusia teori
berpikir
2
ekonomi
manusia ekonomi
bekerja
3
kesenian
manusia estetis
menikmati keindahan
4
keagamaan
manusia religius
memuja
5
kemasyarakatan
manusia sosial
berkorban
6
politik
manusia kuasa
berkuasa / memerintah





.

BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Dari pemaparan dapat disimpulkan bahwa setiap individu mempunyai karakter, ciri, dan kepribadian yang berbeda, baik itu di peroleh dari garis keturunan atau perubahan dari lingkungan, semua itu sangat perpengaruh bagi setiap individu untuk bisa beradaptasi di setiap lingkungannya.

B.     Penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi Tipologi Kepribadian yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

            Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman bisa memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.

  
DAFTAR PUSTAKA

           
Alwisol. (2005) Psikologi Kepribadian. Malang : Penerbit Universitas Muhammadyah Malang.
Boeree, CG. (1997) .Personality Theories :Melacak Kepribadian Anda
Bersama Psikolog Dunia. (Alih bahasa : Inyiak Ridwan Muzir). Yogyakarta: Primasophie.
Dirgagunarsa, Singgih. (1978) Pengantar Psikologi. Jakarta : BPK Gunung Mulia.
Farozin, H. M. Dan Fathiyah, Kartika Nur. (2004) Pemahaman Tingkah Laku. Jakarta : Rineka Cipta.
Heuken, Adolf S.J. (1979) Tantangan Membina Kepribadian : Pedoman Mengenal Diri. Kanisius : Yogyakarta.
Koeswara, E. (2001) Teori-teori Kepribadian. Bandung Eresco.
Kretch, David dan Crutchfield, Ricahrd S. (1969) Elements of Psychology. New York : Alfred A. Knopf.
Nana Syaodih. (2003) Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Sagimun Mulus Dumadi. (1982) Pembentukan dan Pendidikan Watak. Jakarta : Pradnya Paramita.
Sumadi Suryabrata. (2005) Psikologi Kepribadian. Jakarta : CV Rajawali.
Supratiknya, A. (editor) (1993) Teori-teori Holistik : Organismik – Fenomenologis. Yogyakarta : Kanisius



Selamat Belajar..... Salam IPTEK'er

0 comments:

Post a Comment

Kami akan senang jika kalian tinggalkan komentar {^_^}